Social Media Sharing by CB Bloggerz

Saturday, September 28, 2019

Private Waterfall in Bali - Air Terjun Banyu Wana Amertha Wanagiri Bali

 on  with No comments 
Banyu Wana Amerta Wanagiri Waterfall
Hai hai..kali ini saya ingin sedikit share pengalaman saya di bali. Sebenarnya saya ingin menulis blog karena saya melihat instagram seleb,aktor..nicholas saputra yang mungkin sedang berlibur di bali. Ya menulis itu kan juga butuh ide,dan ide itu kadang didapat dengan tidak terduga.

Contohnya kali ini,niatnya sih karena ingin memberi tahu tempat wisata di bali yang punya privasi OMG..alias good private,dengan bodyguardnya tuh alam. Melihat kehidupan artis atau selebritis itu kadang saya merasa kasihan, oke mungkin mereka terkenal dan banyak uang tapi jadi public figure berarti hampir kehidupannya menjadi sorotan masyarakat, baik dan buruknya. Kemana-mana banyak paparazzi yang stay on, Jadi mungkin mereka juga butuh private time nya. Karena itu saya mencoba comment di instagramnya Nicholas Saputra, saya tahu sih comment saya tidak akan dibaca atau balas tapi namanya niat baik itu jangan tidak dilakukan asal bermanfaat untuk orang lain.

Nah karena niat baik untuk orang lain itu,sepertinya saya jadi teringat dengan air terjun yang tidak sengaja saya temukan. Dan mendapat ide untuk menulis blog. Emang niat baik membawa hal yang baik juga. So jangan sungkan dengan niat baik ya..
Twin Lake Bali
Saya lanjutkan ya, air terjun Banyu Wana Amerta Wanagiri ini saya temukan ketika perjalanan pulang dari traveling di Singaraja dengan tujuan sebenarnya Twin Lake, Bedugul. Namun di perjalan saya melihat papan petunjuk Banyu Wana Amerta Waterfall, Seperti yang saya tahu,  saya orang yang tidak akan melepas kesempatan kalau itu soal tempat wisata. Karena itu saya memutuskan untuk mampir ke air terjun ini.

Sebenarnya traveling di bali saya sarankan lebih baik naik motor daripada, mobil,kenapa?karena jalanan disini tidak lebar,apalagi kalau anda memasuki wisata yang sedikit terpencil. Tapi semuanya kembali ke tangan teman teman yang akan traveling.

Untuk lokasi air terjun Banyu Wana Amerta Wanagiri ini berada di desa Wanagiri,kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Letaknya dari Singaraja kurang lebih 18 Km atau dengan motor +- 32 menit, dan kalau dari bandara Ngurah Rai,kurang lebih 78 Km atau naik motor kurang lebih 3 jam.
Google map
Dari papan petunjuk waterfall, saya memasuki jalan dengan lebar kurang lebih 2 meter, jalannya agak jauh,motor tetap saya kendarai sampai ada pos untuk membayar tiket. Tiket nya cukup murah cuma 10 ribu untuk wisatawan lokal, dan 20 ribu untuk foreign tourist.

Masuk kawasan waterfall saya baru tahu,kalau banyu wana Amerta Wanagiri Waterfall ini memiliki 4 air terjun dalam satu kawasan. Tidak doubel lucky lagi tapi four luck.hehehe
Peringatan: Please prepare your body before you wanna go this waterfall. Karena memang disini tertera perjalanannya cuma 7 menit untuk sampai ke Air Terjun 1 dan 2 tapi. Hohoho.tangga jalan tanah setapak, cukup menguras keringat, coba diperkirakan aja kamu kuat tidak. Untuk yang suka hiking ini cocok banget.

Meski cukup menguras keringat jalan ini sendiri sudah menyuguhkan pemandangan indah, dengan kiri kanan hutan lindung, pohon menjulang tinggi, wangi kayu dan tanah, udara sejuk dengan kadar oksigen yang baik, dan sound background bunyi burung liar di hutan. Sangat indah. Hanya ada kami saja, kami seperti memiliki hutan ini.Saya menikmati perjalanan tak terduga ini.

Hampir sampai air terjun 1 dan 2 ada persimpangan jalan yang menuju ke air terjun 3 dan 4 dengan jarak kurang lebih 5 menit (petunjuknya),kami putuskan melanjutkan perjalanan ke air terjun 1 dan 2. Selama perjalanan kami hanya menemukan 1 wisatawan asing dan tour guidenya di persimpangan ini. Menurut saya perjalanan ini cukup private dibanding dengan tempat wisata lain.

Sampai di bawah kami disuguhi dengan pemandangan air terjun tunggal, dengan kolam dibawahnya dan hebatnya lagi, five or six luck..ada pelangi di air terjun ini!!! Dua!!!
Ketika saya melihatnya saya termangu cukup lama, karena ini pengalaman pertama saya melihat langsung pelangi di dekat saya. Saya merasa saya dapat menangkap pelangi itu. Itu pemikiran saya. Rasanya perjalanan yang perlu perjuangan tidak berarti ketika saya melihat keindahan ini.
Air Terjun Banyu Wana Amerta Wanagiri
Menengok ke sebelah kanan ada segerombolan air terjun kecil kecil dengan kolam jernih di bawahnya dengan aliran sungai yang entah menuju kemana, tapi yang saya tahu tujuan akhirnya laut. Menawan. Disini juga ada gazebo, cukup untuk dapat melepas sedikit lelah. Ada tempat ganti baju juga apabila sobat ingin berenang.

Setelah menikmati pemandangan menawan hati ini,saya melanjutkan perjalanan. Turun lebih mudah dibandingkan naik. Ya sepertinya memang perkataan itu benar. Hahaha

Saya melanjutkan perjalanan ke air terjun 3 dan 4. Ini lah yang namanya private waterfall,kamu harus siap sendiri. Alone. Perjalan yang sama,jalan tanah setapak. Tapi kali ini agak ngeri, entah itu karena lelah atau bad feeling atau kebelet pipis kami putuskan pulang. Padahal tidak jauh lagi kami sampai. Tapi yang namanya traveling, kita juga harus tahu batas limit dan partner kita, karena itu saya tidak ingin egois. Kami pulang.

Sebenarnya ada 2 jalan yaitu yang pertama kami lalui dengan tangga jalan tanah, dan jalan tanah tanpa tangga jadi lebih landai. Tapi kami putuskan lewat jalan pertama saja,karena jalan landai tanah bisa jadi lebih extrim. Hehehe cari yang gampang saja.

Jangan lupa bawa air minum,karena tanpa persiapan kami kehabisan air minum. Untung di tengah jalan ada satu-satunya warung yang ada. Warung ini jualan snack dan air minum,Puji Tuhan. Harga makanan dan minuman di warung ini standar, padahal bisa saja bapak dan ibu penjual ini memberi harga yang lebih mahal karena satu-satunya warung di hutan ini. Woah applause buat bapak dan ibu yang saya lupa namanya.
Kami ngobrol dengan mereka, membicarakan banyak hal seadanya seperti hutan,nama burung,rusa yang kadang lewat, soal pernah ada foreign tourist prewed yang make up nya rusak karena perjalan yang jauh(saya disarankan untuk prewed disini tapi make up di dekat air terjun,maaf saya belum punya calon,hahaha) , dan ada satu hal lagi yang membuat saya tertegun dengan bapak ibu ini.

Seorang penjual pasti menginginkan jualannya laris,dan kalau mau laris pastinya harus banyak orang yang datang dengan begitu keuntungan mereka akan bertambah. Namun apa yang saya dengar adalah suatu pembelajaran. Mereka berkata kalau mereka tidak ingin terlalu banyak wisatawan yang datang,karena mereka tidak ingin merusak alam disekitar mereka. Mereka menghargai tempat tinggal mereka.
Apa yang saya pikirkan pada saat itu adalah mereka orang sederhana yang tidak rakus,bagaimana dengan saya?apakah saya masih rakus dan tidak bersyukur dengan merusak alam sekitar saya?
Kenyamanan hidup yang saya nikmati saat ini apakah akan mengambil kehidupan generasi berikutnya dengan kerusakan alam?Sungguh ironis ya..

Saya langsung berpikir besok besok kalau mau beli nasi bungkus pakai daun aja, jangan pakai styrofoam. Kalau beli jajan misal udah punya plastik jangan minta plastik lagi. Kalau buang sampah jangan di sungai atau di negara lain. Dari hal kecil,tapi hal kecil juga harus dibarengi oleh Pembesar yang sadar duduk dengan nyaman untuk memperjuangkan masa depan,bukan hanya masa sekarang.

Perjalanan saat itu penuh makna ganda..
Oke memang saya punya makna ganda.
Happy holiday and save our earth yeah..^^ God blessed all

Share:

Monday, July 29, 2019

With You

 on  with No comments 

Ini sudah lama semenjak terakhir saya menulis blog lagi. Bagi saya, menulis adalah salah satu media menumpahkan isi hati. Pengalaman hidup yang saya bagi kan melalui tulisan. Kadang isinya semau saya,kadang menulisnya kapan juga semau saya.hahaha..

Setelah hidup di bali dari bulan agustus 2017 akhirnya saya pulang ke kampung halaman di pekalongan akhir bulan juni 2019,tak terasa rupanya hampir  2 tahun.
Hidup di bali menurut saya pengalaman yang akan saya kenang dan syukuri. Apabila Tuhan masih berkenan maka saya ingin hidup di Bali lagi.
Segala pengalaman disana memberi banyak saya pelajaran. Saya menemukan teman baru,saya mengunjungi tempat wisata yang tidak saya pikirkan sebelumnya, saya menemukan pribadi saya sendiri, dan terutama saya menemukan keintiman dengan Tuhan.

Saya tidak akan mendapatkan ini semua apabila saya tidak mengambil keputusan di dalam Tuhan.
Waktu itu sebelum saya memutuskan hidup di bali, saya bergumul dalam masalah yang dapat membawa saya pada kebahagian sementara atau penderitaan bersama Tuhan. Karena Tuhan sayang kepada saya,maka keputusan yang saya ambil karena percaya kepada Nya,membuat saya seperti ini. Apakah pada waktu itu mengambil keputusan itu mudah?menurut saya,tentu saja tidak.

Saya melewati berbagi pergumulan untuk dapat mengenal Tuhan lebih baik. Badai kehidupan,lembah yang kelam saya lalui,tapi sekalipun, saya tidak pernah ditinggalkan pujaan hati saya..Tuhan Yesus. Tuhan punya rencana,dan ada jalan Tuhan.. saya memiliki teman yang membawa saya dalam perkumpulan gereja. Membuat saya tetap di dalam Tuhan,ketika masa yang sulit datang.

Saya tahu ketika itu saya sudah membuat keputusan taat atau menderita bersama Tuhan,tapi sejujurnya melaluinya lebih berat di bandingkan mengambil keputusan itu. Itu masih belum berakhir, ketika Kesakitan,financial,dan kesepian datang. Apakah Tuhan membenci saya?padahal saya sudah meninggalkan semuanya untuk taat kepada Nya? Pertanyaan Itu pernah terlintas di pikiran saya.
Jawabannya TIDAK. Kenapa saya mengatakannya karena saya belum memberikan semuanya kepada Tuhan. Tuhan mau menghajar saya,mendidik saya,dan menjaga saya untuk menjadi seperti Dia dan bersama Dia. Tuhan ingin hati saya, hidup saya,sepenuhnya untuk menjadi seperti Dia. Tuhan mau mengatakan kepada saya," kamu hanya memiliki Aku..dan Aku milikmu"

Dan kemudian aku masih berusaha sampai sekarang untuk menjadi seperti apa yang Tuhan mau,saya tahu kedepannya akan makin banyak hal yang saya alami,tapi saya percaya penyertaan Tuhan dan janji Nya kepada saya akan selalu menolong saya. Saya tidak sendirian.

-Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.(Roma 14:8)
-Tinggallah didalam Aku dan Aku didalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur ,demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal didalam Aku.(Yohanes 15:4)


Share:

Saturday, February 23, 2019

Budget Traveling ke nusa lembongan dan nusa ceningan

 on  with No comments 
The Sand Ceningan
Halo,kali ini saya akan membagikan pengalaman saya ke nusa lembongan dan nusa ceningan. Kalau belum tahu Nusa Lembongan dimana saya akan jelaskan sedikit. Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan adalah pulau di dekat pulau Bali dan masih didalam satu daerah dengan kabupaten Klungkung,Bali.
Nusa Lembongan
Harap dibedakan antara Nusa Lembongan Dan Nusa Penida karena itu pulau yang berbeda,jangan sampai kamu ingin pergi ke Nusa Penida tapi salah sebut dengan Nusa Lembongan. Itu pengalaman saya sendiri.^^
Tapi seperti yang saya tahu,saya adalah orang yang tidak suka menyesal,dimanapun itu asalkan ada pemandangan indah itu lah sebuah kebahagian yang tidak perlu disesali.
Karena itu saya harus menikmatinya.

Bagaimana cara ke Nusa Lembongan?

Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dihubungkan oleh sebuah jembatan jadi kalau kamu ingin ke Nusa ceningan tidak salah kalau kamu ke Nusa Lembongan dahulu,karena aksesnya biasanya melalui nusa lembongan.

Masalahnya dari mana kamu akan menyeberang?
Ada beberapa titik penyeberangan :
  1. Pantai Sanur
  2. Pelabuhan Benoa
Dan saya memilih Pantai Sanur karena dekat dengan tempat tinggal saya.

Untuk menuju pulau Nusa Lembongan kamu bisa naik beberapa alat transportasi:
1.Kapal tradisional
2.Speed boat
3.Cruiser
Saya memilih public speed boat,karena ini yang umum digunakan  pelancong seperti saya ^^

Kenapa tidak Kapal tradisional?yang saya pertimbangkan keamanan dan lama perjalanan .
Kenapa tidak Cruiser?budget saya tipis ^^
Mungkin lain waktu apabila ada yang mau endorse ^^
Dream Beach
Saya tiba di pantai sanur pukul 7 pagi dengan memilih keberangkatan paling pagi yaitu jam 8, karena saya tidak berniat untuk menginap,jadi saya harus pulang sorenya.
Disinilah kesalahan saya.
Hari sebelumnya kami sudah memesan tiket,tapi oleh teman saya hanya dipesankan  tiket keberangkatan,karena itu saya memesan tiket pulang untuk keesokan hari. Pada saat itu harapan saya untuk pulang sorenya kandas. Tentu saja sebenarnya saya juga ingin menginap,sehari di Nusa Lembongan tidak akan cukup tapi karena tuntutan pekerjaan saya harus pulang. :’(
Tiket pulang pergi IDR 140K

Perjalanan hanya ditempuh selama kurang lebih 1 jam.
Pantai adalah keindahan.samudera adalah keindahan. Meskipun ada masalah sedikit di awal tidak membuat saya sedih karena saya tahu hal seperti itu lah yang akan membuat indah pengalaman saya.

Sampailah kami di bibir pantai Nusa Lembongan.ahh saya sarankan pakailah celana pendek, karena kita akan turun dipantai bukan dermaga, jadi kita sedikit berbasah-basahan.^^

Kami disambut oleh beberapa orang lokal yang menawarkan jasa transportasi. Saya pilih sepeda motor dengan harga sewa IDR 50K per hari sudah termasuk bahan bakar full.
Saran saya lebih baik cek dulu sepeda motor yang kamu sewa,karena kurang teliti saya mendapatkan sepeda motor yang kurang baik,mungkin karena saya yang kurang pandai naik sepeda motor ^^

Setelah berbincang bincang nego harga sepeda motor,tidak hilang akal kami bertanya tentang ketersediaan tiket pulang untuk hari itu. Beruntung saya mendapatkan tiket pulang pada hari itu juga dengan harga IDR 70k. Yah tidak apa saya membuang tiket kepulangan yang sudah terlanjur saya pesan. Saya tetap bersyukur.
Nusa Lembongan
Dan mulai lah perjalanan kami di Nusa Lembongan. Apa saja yang ada di Nusa Lembongan? Tentu saja banyak dan waktu kami tidak cukup untuk mendatangi semuanya,tapi kami telah menentukan beberapa pilihan untuk persinggahan kami yang pertama di Nusa Lembongan.

1.Mangrove Forest
Mangrove Forest, kamu bisa berkeliling hutan bakau dengan menyewa perahu dengan sekali putaran idr 20k/orang dengan bantuan pendayung nya kami mengelilingi hutan bakau.
Keheningan hutan bakau dengan latar belakang debur ombak mengisi satu sudut kenangan saya.
Mangrove Forest Nusa Lembongan
2. Dream Beach
Dari hutan bakau yang berada tak jauh dari perhentian kapal kami tadi,kami memulai perjalanan menuju dream beach. Saya bersyukur ada google map,dengan pengalam pertama dan tanpa bantuan tour guide, Google map dimanapun selalu membantu.^^
Sampai dipantai hari sudah siang,kami berteduh sebentar dibawah tebing batu karang. Sedikit bermain air dan berfoto-foto menikmati biru turquoise laut di depan kami.
Tak lupa kami berfoto di ayunan dream beach^^
Dream Beach
Dream beach
3.Yellow Bridge
Yellow Bridge layaknya jembatan biasa,hanya berwarna kuning, jembatan ini menghubungkan antara pulau Nusa Lembongan dan nusa ceningan. Apa yang istimewa? Dari atas jembatan kami bisa melihat dengan jelas air laut jernih berwarna biru turquoise. Tentu saja kamu bisa berfoto,bayangan saja foto mu dapat membuat seseorang ingin pergi kesana,menikmati pengalaman yang kamu alami juga.
Tapi harap berhati hati pada saat kamu mengambil foto karena jembatan ini juga dilalui kendaraan.
Yellow Bridge
4.The Sand Ceningan
Otak kedua saya yang berada di perut sepertinya melakukan demo,karena itu kami putuskan untuk makan siang dulu. Setelah mencari cafe,kami putuskan untuk makan siang di the sand Ceningan. Why? Tentu saja  karena kami ingin menikmati makan siang yang enak dengan view pantai pasir putih,laut biru turquoise dan berfoto di ikon yang terkenal di instagram ^^
Makanan disini tidak kalah enak dari restoran lain dan harganya juga wajar. Jadi selamat makan siang di The Sand Ceningan!
The Sand Ceningan
The Sand Ceningan
Ah dan saya kembali ke pantai untuk pulang jam 3,karena speedboat akan berangkat pukul 4. Dalam perjalanan pulang,kali ini saya lebih menikmati, karena waktu keberangkatan saya mengantuk,tapi pada saat pulang semangat saya sudah kembali 100%. Haha
Saya sampai di Pantai Sanur,Denpasar pukul 5.
Jadi berapa total biaya saya pergi ke pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan:
  1. Tiket Pulang Pergi 140k
  2. Sepeda motor 50k
  3. Perahu di mangrove forest 20k
  4. Makan siang 100k
Total hanya 310k +70k (ektra speedboad) 380k
Tidak ada 500k???

Apa yang saya dapat dari perjalanan ke nusa lembongan dan nusa ceningan lebih banyak dari yang saya kira. Tuhan terlalu sayang kepada saya.

Share:

Saturday, October 20, 2018

Nyang Nyang Beach

 on  with No comments 
Nyang nyang Beach
Beberapa bulan saya tidak menulis apapun,Itu sangat menyedihkan. Ketika saya sudah mulai mengetik tulisan ada saja urusan yang harus saya kerjakan. Ketika ada waktu luang rasa ingin menulis saya sudah lenyap. :’(
Saat ini rasa ingin menulis saya rupanya sudah kembali setelah beberapa saat hiatus. Haha

Menulis tidak harus dengan kata-kata indah dan intelektual tinggi,saya menulis untuk membagikan apa yang ada dalam pikiran saya dan pengalaman saya. Dan saya menikmatinya.
Perasaan ini terkadang datang dan pergi,tapi ketika ada satu ide atau satu cerita pengalaman,saya merasa tidak sabar untuk menulis.

Kembali ke Nyang Nyang Beach😂
Pantai Nyang nyang
Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya di pantai Nyang Nyang yang berlokasi di uluwatu,nusa dua. Pantai ini berada tidak jauh dari Pura Uluwatu dan Blue Point Beach. Sebenarnya saya tidak berencana untuk berkunjung ke pantai ini,tapi dalam perjalanan saya menuju ke pantai blue point,saya menemukan Pantai Nyang Nyang. ^^
Google Map Nyang Nyang Beach
Seperti yang sudah saya ketahui,saya adalah orang yang cukup penasaran. Sehingga saya putuskan saya harus mampir ke pantai nyang nyang.
Menuju pantai ini saya harus melewati jalanan yang agak sepi, di kiri kanan ada perkebunan.
Pantai Nyang nyang
Pantai Nyang-nyang
Pertama sampai di pantai ini yang saya temui adalah cafe dan tempat parkir kendaraan. Saya agak bingung dimana bibir pantainya karena yang ada didepan saya adalah tebing tinggi dengan pemandangan laut lepas sepanjang horison. Saya termangu. Melihat dari atas sana, saya merasakan perasaan yang sangat damai.
Setelah mencari akhirnya saya menemukan jalan menuju bibir pantai. Pantai ini masih jarang pengunjungnya dan masih dalam proses pembangunan jadi jalanannya masih tanah kapur dan batuan. Disepanjang jalan dikelilingi oleh tebing batu kapur.
Jadi apa bila akan kesana lebih baik persiapkan stamina dan bawa air minum.😁
Nyang-nyang Beach
Nyang nyang Beach
Saya agak ragu ketika menuju ke bibir pantai,dalam hati saya bertanya kepada Tuhan apakah aman untuk dilalui, tapi setelah melihat ada traveler yang pulang dari pantai rasa ragu saya sedikit hilang.
Pantai Nyang Nyang
Jalan yang susah dilalui membuat saya berpikir apakah saya harus menyerah??perjalanan masih panjang dan sepertinya tidak ada tanda kalau jalan akan lebih baik di depan. Seperti itu juga terkadang dalam kehidupan kita, menyerah akan suatu hal,karena terlalu sulit. Padahal kita baru saja setengah jalan,dan tidak tahu kalau di tujuan kita ada hasil yang tersembunyi.
Saya tidak ingin menyerah,karena saya tahu bahwa jerih payah saya pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Dan benar.. saya sampai di bibir pantai ketika sunset. Di depan mata saya, langit berwarna orange bertemu dengan laut biru..sangat indah.
Pantai ini di jaga dengan tebing tinggi,private beach yang indah. Dan lebih luar biasa, saya menemukan cinta disini.
Wooow.. maksud saya, siluet tanda cinta…💓
Xixixi.. Saya percaya ini adalah tanda cinta dari Tuhan untuk saya..hati saya dipenuhi rasa cinta dari Tuhan.

Hidup sendiri tidak membuat saya merasa kesepian. Saya bersyukur karena bisa memiliki lebih banyak waktu untuk berdoa dan memperhatikan sekitar saya. Kalau teman teman saya menyuruh saya untuk mencari kekasih, saya pikir saya juga ingin seperti itu,tapi sekarang yang saya inginkan adalah melakukan kehendak Tuhan.
Love of God💓
Share:

Monday, June 25, 2018

Blue Point Beach - - Suluban Beach

 on  with No comments 
Blue Point Beach - - Suluban Beach
As a holiday employee is a fun day. It was a pity if I didn’t spoil my eyes, so I decided to fulfill my plan of "Project". Yep I wrote a list beaches in Bali, and plan to be able to visit it. I call it "Project" ^^
Pantai Suluban
Well this time I decided to go to Suluban Beach or Blue Point Beach..why is called Blue Point Beach? because there is a hotel on this beach called the Blue Point Hotel, so tourists call the Blue Point Beach.

Suluban Beach is located in uluwatu area, Nusa Dua. This beach is not far from Uluwatu temple, but this time I didn’t visit Uluwatu temple. Suluban Beach distance with airport 47 minutes. When you go to Suluban beach you will pass the GWK ( Garuda Wisnu Kencana). For information, GWK statue will be completed later this year, so prepare your schedule later to come.hehe
Google Map Suluban Beach
Back again to Suluban beach. Hehe

To get to the beach I’ve to go through the stairs quite a lot. (Prepare stamina, I think, I’ve to go to gym class). Along the way there are several shops selling souvenirs, surf boards, and cafes. You can buy something like a braclet from rope or rattan bag at a low price,if you can bargain. ^^

 

The beach is flanked by rocks, when I enter it I feel like in a cave. Cliffs with natural sculptures towering around me, The beach is hidden. Not far away I see the sea with green tosca and blue. When my feet go into the sea water, I feel comfortable, I can see the small fish and coral reefs, It is very beautiful. Exquisite. Exquisite. Hehehe

 
After enjoying the sea and the sun, I started thirsty, but I still wanna enjoy the beauty Suluban beach So I decided to go back to the top to slightly eliminate the thirst at the cafe on the cliff.
Blue Point Beach
Here a lot of cafe options, and I choose a cafe with direct view to the beach. From this cafe I can see great rocks, beach lips, and certainly the turquoise and blue sea. For surf enthusiasts, he said suluban beach is paradise. I can not surf myself, so I'm just a spectator. ^^
Pantai Suluban
 
Being grateful is the feeling I feel when I look at the beauty. I think God is very good and great create to this beauty. It seems my eyes can’t turn away.
For me nature is beauty. Sea water, ocean waves, sand, coral reefs, rocks, fish, clouds, sky and everything. For me it is very beautiful. All the beautiful should be enjoyed and grateful. Wishing this nature to stay awake, what I now see, I also want others to see it in the future, 10 years, 100 years, and 1000 years.

Wait for my continuation of experience at nyang nyang beach..^^
Share:

Thursday, May 31, 2018

How wonderful Goa Gajah -- Elephant Cave

 on  with No comments 
Goa Gajah
I’m happy to finally be able to write again, after busy with my work. This time I want to write about my experience to Goa Gajah or Elephant Cave. Starting from a desk calendar in the office. It was the 1st of May, I came to my friend's workroom, and wished I saw the calendar. That's where I saw the picture of Elephant Cave. At that time I thought I also wanted to go there. It's related to "you see, you want" .hahaha. So i decided to visit Elephant Cave.
Distance from airport 42 km or 71 minutes by car. Elephant Cave was discovered in 1923 and according to Tour guide, in Lontar Negarakertagama book compiled by Mpu Pra Panca in 1365 AD, there is literature that states "Lwa Gajah" meaning river elephant. 
Google map Goa Gajah
Elephant Cave
Elephant Cave is a temple of worship of the gods Hindu and Buddhist gods during the 9th century Warmadewa dynasty. Yep if confused who it is Mpu Pra Panca and dynasty Warnadewa, let us remembers the history lesson, or can u ask google.^^ I love this temple because this temple is proof that people of antiquity also have a high sense of tolerance.
Entering Elephant Cave area as usual, you have to pay entrance fee, ticket only IDR 15k. To enter every area of ​​Pura in Bali for those who wear pants or dress above knee should wear Sarong. I think this is a good tradition because wherever we are we should respect the place.
To reach the mouth of Elephant Cave you have to descend the stairs, from above, you can see the mouth area of ​​Elephant Cave, the rocks of the former destroyed buildings and the bathing pool or petirtaan. Please don’t jump because you can’t wait to see it, you have to be patient down every step. Ha ha
The bathing pool or Petirtaan there are 7 statues. 3 Widyadari statues in the north and 3 Widyadari statues in the south, flanking 1 statue Widyadara. You can really wash your face there but be careful because it's slippery.
Petirtaan
In front of Goa Gajah there are 2 statues of guards, and 7 other statues. 5 on the left and 2 on the right. When you look up you will see the beautiful Elephant Cave carvings.

Goa Gajah
Goa Gajah
Elephant Cave this can be entered. The area in Elephant Cave is in the letter T. This cave is rather narrow can only be passed by 1 or 2 people. On the left and right there is a niche to meditate
and at the eastern end of the alley there is a Trilingga and west of Ganesha statue. So this cave used to be used for ascetic and worship
Trilingga -- Goa Gajah
Ganesha -- Goa Gajah
I think what it feels like to be an ascetic, far from all worldly things and just focus on God. I think everyone always has a feeling to be closer to his God. In many ways.
Once satisfied with the photos inside cave, let's roam in again. Down the stairs again we will find the river and lotus pond. Because rarely exercise up and down the stairs his way is quite tiring for me. Evidence that I lack sports, I finally gave up and decided to sit for a moment near the lotus pond. Although I was tired but all tired it was healed with all the beautiful scenery. I’m grateful to come to Elephant Cave, Because I think my time is valuable to enjoy to the beauty that God created. I hope everyone who reads my blog also has a desire to come, like when I see a photo on the desk calendar at that time. ^^


Lotus Pond



Share: